INFO IIQ: Kajian Kuliah Ramadhan IIQ Jakarta 1446 H, Wadah Transformasi Spiritualitas dan Akademik
Institut
Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta telah menggelar Kajian Kuliah Ramadhan (KURMA)
1446 H dengan tema "Ramadhan sebagai Sarana Transformasi Spiritual, Akademik,
dan Sosial". Acara ini berlangsung mulai tanggal 3 hingga 19 Maret 2025 di
Aula IIQ Jakarta, yang dilaksanakan setiap hari Senin hingga Kamis.
Tidak
hanya menyajikan sesi materi saja, acara ini juga disertai dengan sesi tanya
jawab yang memungkinkan para peserta untuk memperluas wawasan mereka melalui
diskusi interaktif. Dalam rangka memperkaya pengalaman peserta, IIQ menghadirkan
berbagai narasumber dari kalangan akademisi dan pakar keislaman.
Salah
satu petugas MC, Zalfania Kusuma Salsabila (KPI/4), mengungkapkan bahwa acara
berjalan dengan suasana yang tenang dan penuh antusiasme. “Alhamdulillah,
banyak yang hadir karena sebelum acara sudah diadakan sholat Dzuhur berjamaah.
Suasananya hangat dan menarik karena pembahasannya sangat relevan bagi audiens,”
ujarnya.
Sebagai
MC non-formal, Zalfania mengaku menghadapi tantangan dalam menjaga interaksi
agar tidak monoton. “Keinginan moderator agar sesi ini lebih interaktif menjadi
tantangan tersendiri bagi saya,” tambahnya. Kehadiran sekitar 70% staf karyawan,
dosen, dan kepala program studi (kaprodi) IIQ Jakarta juga menjadi bukti bahwa
acara ini mendapat apresiasi tinggi.
Farha
Liamiza Fastawa (HES/6), salah satu peserta, mengaku tertarik mengikuti kajian
ini untuk memperluas wawasan keislaman dan refleksi diri selama Ramadhan.
“Konsep acaranya menarik karena ada MC dari kalangan mahasiswa, host dari
dosen, dan narasumber yang relevan dengan Gen Z,” katanya.
Menurut
Farha, materi tentang Membiasakan Tilawah Al-Qur'an di Bulan Ramadhan sangat
berkesan baginya. “Sebagai Gen Z, tantangan terbesar saya adalah memerangi
distraksi gadget saat tilawah. Materi ini benar-benar relate,” tuturnya. Ia
berharap ke depannya sesi tanya jawab lebih diperbanyak untuk meningkatkan
interaksi.
Peserta
lainnya, Putri Alifa, juga memberikan tanggapan positif. “Pematerinya sangat
inspiratif karena diisi oleh orang-orang hebat di bidangnya. Saya jadi lebih
memahami pentingnya menuntut ilmu, terutama di bulan Ramadhan,” ujarnya. Namun,
ia menyoroti keterbatasan waktu yang membuat sesi tanya jawab kurang maksimal.
Baik
petugas maupun peserta berharap Kajian Kuliah Ramadhan IIQ Jakarta dapat terus
berkembang. Zalfania berharap acara ini dapat menarik lebih banyak minat
mahasiswa untuk mendalami ilmu-ilmu Al-Qur'an dan berkontribusi dalam
pembangunan IIQ. Sementara itu, Farha dan Putri berharap adanya peningkatan
dalam format acara, terutama dalam sesi diskusi dan interaksi dengan peserta.
Dengan
antusiasme yang tinggi, KURMA IIQ Jakarta diharapkan bisa terus menjadi wadah
penting dalam memperkuat pemahaman keislaman dan akademik di kalangan mahasiswa
serta civitas akademika.
Penulis: Sufa Alwafiah Jamyza
Proofreader: Aisya Humaira

Comments
Post a Comment